MIQAT, TITIK AWAL IBADAH UMROH DAN HAJI
2 Mar

MIQAT, TITIK AWAL IBADAH UMROH DAN HAJI

  • By: admin
  • Umroh
  • Komentar Dinonaktifkan pada MIQAT, TITIK AWAL IBADAH UMROH DAN HAJI

Sebelum melaksanakan haji atau umroh, para jamaah di tanah suci biasanya akan berhenti di satu tempat untuk mandi, menggunakan ihram, dan wewangian. Tempat itu dikenal dengan istilah miqat. Para jamaah haji atau umroh dari Indonesia, pada umumnya mengambil miqat ketika hendak melaksanakan umroh atau haji di Dzul Hulaifah atau Bir ‘Aly.

Menurut istilah syar’I, miqat berarti tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh syariat Islam untuk melaksanakan suatu ibadah. Dalam pelaksanaan ibadah haji atau umroh, ada dua macam miqat, yakni miqat makani dan miqat zamani.

Miqat makani berarti tempat-tempat melaksanakan ihram yang telah ditetap oleh syariat. Sementara miqat zamani bermakna waktu pelaksanaan ibadah haji dan ibadah umroh.

Dalil tentang miqat makani adalah Hadits dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, “Rasulullah SAW telah menetapkan miqat bagi peduduk Madinah adalah Dzul Hulaifah, dan bagi penduduk Najd adalah Qarnul Manazil, bagi penduduk Yaman adalah Yalamlam. Lalu beliau berkata, “Semua miqat-miqat ini diperuntukkan bagi penduduknya dan orang yang melaluinya yang hendak melaksanakan haji atau umroh. Dan selain mereka maka mereka boleh berihram dari tempat mereka seperti penduduk Makkah yang berihrah dari Kota Makkah.”

Berikut ini lima tempat miqat makani yang dijadikan tempat para jamaah haji atau umroh melakukan ihram, sebagai berikut:

1. Dzul Hulaifah

Saat ini terletak di sebelah selatan Kota Madinah. Nama lainnya adalah Bir ‘Aly, yang berjarak 420 Km dari Kota Makkah.

Dzul Hulaifah adalah miqat makani bagi penduduk Kota Madinah dan yang datang dari arah kota tersebut. Umumnya, jamaah haji dari Indonesia melakukan ihram dari miqat ini.  

2. Al Juhfah

Tempat ini berdekatan dengan Kota Rabigh, jaraknya dari Kota Makkah sekitar 186 Km. Al Juhfah adalah miqat makani bagi penduduk Syam, Mesir, dan Maroko

3. Yalamlam

Yaitu lembah yang luas terletak di arah perjalanan dari Yaman ke Makkah. Nama lain tempat ini adalah As Sa’diyah, berjarak dari Kota Makkah sekitar 120 Km. Menjadi miqat bagi penduduk Yaman.

4. Qarnul Manazil

Saat ini bernama As Sail Al Kabaiir. Berjarak dari Kota Makkah sekitar 75 Km. Ia menjadi miqat bagi penduduk Najed dan Thaif.

5. Dzatu ‘Irqin

Saat ini bernama Adh-Dharibah atau Al-Kharibat, yaitu sebuah tempat di sebelah timur Kota Makkah, jaraknya sekitar 100 km. Saat ini menjadi tempat yang kosong tak berpenghuni.

Ia menjadi miqat makani bagi penduduk wilayah timur seperti Irak, Iran, dan wilayah sekitarnya.

Adapun miqat Dzatu ‘Irqin tidak disebutkan dalam Hadits Ibnu Abbas di atas, akan tetapi hasil ijtihad dan ketetapan Umar Ibnu Al-Khattab RA.

Selain miqat-miqat yang dijelaskan di atas, kita juga mengenal miqat makani lainnya yaitu di Masjid Ji’ronah dan Tan’im yang jaraknya lebih dekat dari Kota Makkah. Biasanya, jamaah haji atau umroh yang ingin mengulang ihramnya akan mengambil miqat di antara dua tempat tersebut.

Masjid Ji’ronah

* (AD, Dari berbagai sumber)

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KhairoTour.com © All Rights Reserved 2020

Powered by Kementrian Agama

WhatsApp chat