LURUSKAN NIAT UMROH, KEBAIKAN MELIMPAH
4 Apr

LURUSKAN NIAT UMROH, KEBAIKAN MELIMPAH

  • By: admin
  • Umroh
  • Komentar Dinonaktifkan pada LURUSKAN NIAT UMROH, KEBAIKAN MELIMPAH

“Sesungguhnya setiap amala tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasu-Nya. Siapa yang hijrahnya karena dunia atau wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas yang terdapat dalam kumpulan Hadits Arbain nomor satu ini tegas menjelaskan kepada setiap hamba agar selalu meluruskan niat dalam setiap amal. Niat hanya untuk menuju Allah dan Rasul-Nya. Termasuk ketika hendak menjalankan umroh maupun haji.

Meluruskan niat akan mendatangkan kebaikan. Kebaikan berupa janji Allah SWT atas setiap amal yang ia jalankan. Demikian kebaikan yang akan didapatkan saat ibadah umroh yang dijalankan dengan meluruskan niat karena Allah SWT.

Dihapuskan Dosa – Dosa

Seseorang yang telah menjalankan ibadah umrah satu kali. Kemudian beberapa tahun, ia melakukan umrah kembali maka dosa-dosanya pada rentang hari dari umrah pertama ke umrah kedua akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

“Suatu umrah kepada umrah yang lain adalah kafarrah (menghapuskan dosa) di antara keduanya dan haji yang mabrur (diterima) itu tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari).

Jihad Bagi Para Perempuan

Bagi seorang laki-laki, salah satu cara berjihad adalah dengan ikut berperang membela agama Islam. Maka jihad yang bisa dikakukan kaum perempuan bisa dicapai dengan menunaikan umrah atau melaksanakan haji.

Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, menjelaskan bahwa Rasulullah shallallaahu alaihi wasalam pernah bersabda, “Jihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.” (HR. An-Nasa’i).

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, ‘Aisyah berkata, “Aku bertutur, ‘Ya Rasulallah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?’ Beliau berkata, ‘Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya, yaitu haji dan umrah.” (HR Ibdu Majah, dishahihkan oleh al-Albani).

Dijauhkan dari Kemiskinan

Beberapa orang sering menunda melakukan umrah dikarenakan biaya yang mahal. Mungkin takut uang tabungan menjadi habis atau masih ragu-ragu. Padahal, dari sekian banyak keutamaan umrah yaitu menjauhkan kemiskinan.

Umrah tidak membuat kita jadi fakir atau miskin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.”(HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Memperoleh Ketenangan Hati

Selain memperoleh kekayaan rezeki dan kelimpahan barokah, seseorang yang telah menunaikan umrah hatinya akan menjadi lebih tenang dan tentram. Syaikh Abul ‘Ula Al-Mubarakfuri rahimahullah pernah mengatakan, “Haji dan umrah menghilangkan kefakiran, bisa bermakna kefakiran secara dzahir, dengan terwujudnya kecukupan harta. Bisa juga bermakna batin yaitu terwujudnya kekayaan dalam hati.” (Tuhfatul Ahwazi).

Hidup Menjadi Lebih Berkah

Apabila ibadah umrah dijalankan dengan khusyu’ dan ikhlas, maka ibadah tersebut bisa bernilai pahala dan menjadi ibadah yang mabrur. Dalam artian diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Jika sudah demikian, maka insyaAllah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik, penuh keberkahan dan barokah. Rezeki yang diperoleh akan menjadi cukup. Dan yang jelas, kondisi ini akan terasa berbeda dari sebelum kita melaksanakan umrah.

Doa Akan Dikabulkan

Selanjutnya yakni dikabulkannya doa. Setiap orang yang menjalankan umrah ke tanah suci Makkah, lalu ia berdoa dengan khusyu’ di sana, maka insyaAllah doa-doanya akan diijabah (dikabulkan) oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Dari abu huraira, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Demikian ulasan mengenai pentingnya niat yang benar dalam menjalankan umrah. Niat merupakan suatu hal yang amat diperhitungkan dalam Islam. Karena menjadi pembeda suatu hal yang bernilai ibadah maupun bukan.* AD, dari berbagai sumber

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KhairoTour.com © All Rights Reserved 2020

Powered by Kementrian Agama

WhatsApp chat