KISAH NENENG HASANAH MENJADI HAJJAH
5 Feb

KISAH NENENG HASANAH MENJADI HAJJAH

  • By: admin
  • Motivasi
  • Komentar Dinonaktifkan pada KISAH NENENG HASANAH MENJADI HAJJAH

Sungguh Allah SWT tak pernah mengingari janji-Nya. Siapa pun hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menuju Baitullah, Allah Ta’ala akan ganti seluruh harta yang ia keluarkan.

Ini adalah kisah nyata dari seorang wanita tangguh di salah satu sudut ibu kota Jakarta. Kini mungkin usianya sudah tak lagi muda, namun ia masih ingat ketika usianya beranjak 30 tahunan, tekadnya untuk berangkat menunaikan haji ke tanah suci begitu menyala-nyala. Keinginan itu tak ia pendam sendiri, ia menyampaikan kepada sang suami tercinta. “Ayah, aku mau banget berangkat haji ke baitullah,”pinta wanita bernama lengkap Neneng Hasanah itu.

Bagai mendengar kilat di tengah hari, sang suami langsung berkata, “Kamu jangan mimpi. Bagaimana saya bisa memberangkatkan haji, untuk makan saja kita masih kekurangan.”

Neneng sesungguhnya menyadari tentang kondisi ekonominya yang saat itu memang sedang dalam masa sulit. Rumah yang ia tempati pun masih ngontrak. Ia ingat betul, pernah pada suatu masa, saking sulitnya ekonomi rumah tangga, ia diusir dari rumah kontrakannya karena tak mampu membayar. “Meski begitu tekad saya untuk berangkat haji tak pernah padam. Niat itu terus saya kuatkan dalam hati, seraya berdoa dan ikhtiar,” ujar Neneng penuh semangat.

Salah satu ikhtiar yang bisa Neneng jalankan adalah berdagang. Diam-diam ia memang punya bakat dalam perniagaan. Dari mulai mencari barang yang akan didagangkan, bertemu dengan banyak orang, hingga meyakinkan orang untuk mau membeli barang dagangannya. Entah dari mana datang bakat itu, yang pasti ia tahu, dorongan untuk ke baitullah terus saja membakar semangatnya. Gambar ka’bah yang terpampang di sajadah Neneng terus membayang di alam bawah sadarnya.

“Saya jualan macam-macam, dari mulai es mambo, makanan, namun yang paling terlama jual pakaian,”kenang Neneng.

Neneng teringat, katanya, dulu ketika jualan es mambo sampai pernah beberapa orang mengira saya ini janda. Pasalnya, dulu setiap pagi sambil jalan kaki, sebelah kanannya memegangi anak dan sebelah tangan kirinya  menggenggam termos berisi es mambo. “Orang melihat saya kok semangat banget cari duitnya, dikira udah nggak ada suami,” ulas Neneng tersenyum.

Semua itu Neneng anggap sebagai pemecut semangat. Apa pun orang katakana tentang dirinya, ia terus melangkah demi mengisi pundi-pundi rupiah yang telah ia siapkan di rumah kontrakannya. “Saya bikin celengan terbuat dari kaleng biskuit untuk tempat menabung keuntungan dagang yang ia dapatkan demiki mewujudkan impian itu. ,” harap Neneng yang pernah jualan pakaian menggunakan sepeda.

Tak cukup itu, kala siang menyingsing berganti malam gulita, Neneng tak lupa untuk menengadahkan tangan memohon kepada Allah agar bisa disampaikan ke baitullah. Ia merintih sayu di hadapan Sang Pencipta, seraya yakin bahwa tiada yang tak mungkin bagi-Nya.

Waktu terus bergulir, tahun berganti tak terasa tabungan Neneng makin bertambah jumlahnya. Selain menabung di kaleng biskuit, Neneng juga mengaku mengikuti program tabungan haji di tempat lain. Hingga singkat cerita, Neneng berhasil mendaftarkan dirinya dan mendapatkan porsi haji di tahun 2011.

“Alhamdulillah pada tahun itu impian ke baitullah bisa terwujud,” ungkap Neneng dengan mata berbinar. Satu keyakinan yang makin tertancap dalam sanubari Neneng, bahwa tekad yang kuat, terus berikhtiar, dan berharap pertolongan Allah SWT adalah kunci mewujudkan segala cita-cita.

Bagi Neneng, perjalanan ibadah haji yang pertama kalinya itu sangat berkesan. Ia merasa sangat terbimbing selama perjalanan ibadah tersebut. Kyai yang membimbingnya haji adalah yang juga memotivasi dan menguatkan dirinya saat dalam pergolakan pengumpulan biaya. “Beliau adalah KH Oman Syahroni, yang sudah saya anggap sebagai guru sekaligus orangtua,” ujar Neneng di lain kesempatan.

Sepulang dari ibadah haji, Neneng banyak memotivasi kawan-kawannya untuk bersemangat beribadah ke tanah suci, baik haji maupun umroh. Tak heran, pada tahun 2019 lalu, melalui travel Khairo Mulya Wisata, Neneng membawa 50 jamaah untuk berangkat umroh ke baitullah. Neneng tengah menyempurnakan makna kata yang tersanding dalam namanya; Hasanah yang bermakna kebaikan.

Terus semangat menyebarkan kebaikan, Bu Hajjah…!*

Foto by FB Neneng Hasanah

, , , , , ,

KhairoTour.com © All Rights Reserved 2020

Powered by Kementrian Agama

WhatsApp chat