KISAH INSPIRASTIF BERANGKAT KE BAITULLAH
30 Sep

KISAH INSPIRASTIF BERANGKAT KE BAITULLAH

  • By: admin
  • Motivasi
  • Komentar Dinonaktifkan pada KISAH INSPIRASTIF BERANGKAT KE BAITULLAH

Kisah – kisah berhaji dari berbagai belahan bumi memang sangat menarik. Banyak hal inspiratif yang bisa kita pelajari dari secercah kisah yang dituturkan orang – orang dalam menempuh perjalanan Hajinya. Berikut ini kisah-kisah inspirasi yang kami lansir dari okezone.com. Semoga bisa menjadi pelajaran dan pelecut semangat untuk segera menuju baitullah.

 

1. Delapan bersaudara yang menjaga ibunya

Seorang Ibu berasal dari Nigeria, beliau bernama Aysha berusia 73 tahun. bisa dibilang ia adalah salah satu dari banyak perempuan paling beruntung di dunia, karena kedelapan anaknya adalah anak – anak yang sangat berbakti kepadanya. Kisah delapan orang pria yang menjaga ibunya ketika melakukan ibadah Haji pada tahun 2014 sempat menjadi perbincangan yang hangat dikalangan masyrakat pada waktu itu.

Putra ibu Aysha yang bernama Mustafa Al-Faisal memberikan penjelasan bahwa ia bersama ketujuh saudaranya selalu mengingat ajaran Alquran dan Hadist untuk selalu mencintai setiap ibu khususnya ibu mereka yang telah merawat mereka sejak kecil. “Ibu ingin berangkat haji bersama – sama kami, maka kami berusaha menabung bersama selama 20 tahun untuk memenuhi keinginanya,” jelas si sulung Moussa.

Mengingat kondisi fisik ibunya yang semakin melemah, kedelapan bersaudara tersebut memutuskan untuk membelikan kursi roda yang juga berfungsi sebagai troli untuk ibu mereka. Mereka juga memberikan usul untuk bergantian mendorong sang ibu dan membantu segala kebutuhan sang ibu selama di Tanah Suci. Piket ini dilakukan setiap dua hari untuk setiap orang selama 40 hari di Tanah Suci. Kedelapan pria inipun sangat mensyukuri dan selalu memanjatkan doa kepada Allah swt selama melayani sang ibu di Tanah Suci.

 

2.Pria berumur 105 tahun menabung selama 15 tahun untuk berhaji

Setelah menabung dalam kurun waktu yang panjang, yaitu 15 tahun, Noor Mohammed yang berumur 105 tahun asal Pakistan akhirnya bisa mewujudkan impian dan harapanya untuk berhaji pada tahun 2015 lalu. Hal ini dilansir langsung dari koran Al-Hayat yang mengikuti perjuangan Mohammed.

Noor memberikan kesaksian “Biaya Haji selalu naik setiap tahunya. Saya hampir gagal karena kesulitan mengumpulkan uang.”

Ia berkata bahwa pada usianya yang menginjak 90 tahun baru bisa mulai menabung untuk pergi berhaji dikarenakan selama ini ia harus memenuhi kebutuhan keluarganya. Saat dirinya mendarat ditanah suci, Noor mengingat ucapan para almarhum sahabatnya bahwa ibadah rukun Islam kelima adalah hal yang sulit, namun ternyata hal itu tidak selulit yang dikatakan sahabat – sahabatnya. Diumurnya yang tidak lagi muda ia tetap bisa melakukan ibadah dengan baik dan maksimal.

“Banyak sekali fasilitas yang sangat membantu saya yang sudah tua ini selama melaksanakan ibadah disana. Karena selama ini saya hanya bisa melihat Tanah Suci dari foto – foto lama yang belum memperlihatkan berbagai macam fasilitas yang ada sekarang”.

 

3. Berjalan kaki sejauh 5.700 kilometer menuju Tanah Suci

Senad Hadzic berusia 47 tahun adalah orang yang sangat gigih, hal ini dibuktikan dengan semangatnya dalam menempuh perjalanan menuju Tanah Suci dengan berjalan kaki dari Bosnia menuju Mekkah sejak bulan Desember 2011. Ia tiba di Tanah Suci pada tahun 2012, setelah ia melintasi tujuh negara, juga termasuk terjebak dalam perang suriah. “Setiba di Mekkah, saya tidak merasa capek karena merasa ini hari terbaik dalam hidup saya,” Hadzic menjelaskan.

Ia menempuh 5.700 kilometer dalam 314 hari. Negara yang ia lintasi diantaranya Bosnia,Serbia, Bulgaria,Turki,Suriah, dan  Yordania. Ia hanya membawa ransel seberat 20 kilogram untuk menyimpan barang – barangnya yang hampir satu tahun lamanya tersebut. Ia juga selalu memposting foto ketika ia berhasil melewati pos lintas batas di halaman Facebooknya.  “Saya berhasil masuk Suriah pada bulan April yang harus saya tempuh 11 hari lamanya dalam perjalanan 500 kilometer,” terangnya.

Kota tua bersejarah Aleppo dan Damaskus adalah kota yang berhasil ia lewati setelah sekiranya melewati 20 pos pengecekan. Ketika ia berhasil samapai pada pos Bashar al-Assad ia terpaksa harus mengosongkan isi ranselnya. Namun ketika petugas melihat Alquran di dalamnya, petugas mengizinkan ia untuk pergi. Hadzic juga kerap merasakan temperatur ekstrem dari minus 35 derajat Celcius di Bulgaria hingga panasnya Yordania yang mencapai 44 derajat Celcius.*

Penulis : Devin Gian Pramanda (Mahasiswa FIDKOM UIN Jakarta)

 

 

 

, , , , , , ,

KhairoTour.com © All Rights Reserved 2019

Powered by Kementrian Agama

WhatsApp chat