KEISTIMEWAAN KOTA MADINAH NABAWIYAH
23 Feb

KEISTIMEWAAN KOTA MADINAH NABAWIYAH

  • By: admin
  • Umroh
  • Komentar Dinonaktifkan pada KEISTIMEWAAN KOTA MADINAH NABAWIYAH

Berziarah ke Masjid Nabawi di kota Madinah bukan sebuah syarat sahnya ibadah haji atau umroh. Bukan juga termasuk rukun atau kewajiban haji/umroh.  Namun, sesuatu yang disunnahkan dan dapat dilakukan kapan saja.

Foto by Flickr

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Kota Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui, tidaklah seseorang meninggalkannya karena kebenciannya kepada Madinah, kecuali Allah akan mengganti penduduknya dengan yang lebih baik, dan tidaklah seseorang menetap di dalamnya walaupun kehidupan di dalamnya sangat sulit dan penuh kesusahan melainkan aku akan menjadi pemberi syafa’at dan menjadi saksi baginya di akhirat kelak.”

1. Madinah adalah kota Haram, terutama wilayah antara Gunung ‘Air dan Gunung Tsaur. Pohon-pohonya tidak boleh ditebang dan hewan daratnya tidak boleh diburu

Rasulullah SAW bersabda, “Kota Madinah adalah tanah Haram yaitu wilayah antara Gunung ‘Air dan Gunung Tsaur. Barangsiapa yang melakukan pelanggaran di dalamnya atau melindunginya maka ia akan dilaknat oleh Allah, para malaikatnya, dan manusia seluruhnya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Keharaman kota Makkah jelas dalam al-Qur’an dan ijma’ ulama, namun keharaman Madinah terjadi perbedaan di kalangan ulama, dan pendapat yang kuat menegaskan bahwa kota Madinah adalah tanah Haram.

2. Shalat yang dikerjakan di kota Madinah pahalanya berlipat ganda

Sabda Rasulullah SAW, “Shalat di masjidku ini setara dengan 1000 kali shalat di tempat lain kecuali Masjid Al Haram.” (Riwayat Bukhari)

3. Di kota Madinah terdapat taman surga dianjurkan untuk shalat di dalamnya

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, “Antara rumahku dan letak mimbarku ada taman surga dan mimbarku ini persis di telagaku.” (Muttafaqun ‘alaihi)

4. Kota Madinah tidak akan dimasuki oleh Dajjal di akhir zaman dan tidak pula diserang penyakit tha’un (sejenis kusta).

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ketika Dajjal hendak memasuki kota Madinah ia mendapatkan para malaikat telah menjaganya, sehingga ia tidak akan dimasuki oleh penyakit tha’un dan tidak pula oleh Dajjal dengan izin Allah.” (Riwayat Tirmidzi)

5. Rasulullah SAW telah mendoakan keberkahan bagi kota Madinah dan penduduknya

Dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda,

“Ya Allah limpahkan keberkahan ke kota Madinah dua kali lipat dari keberkahan yang Engkau limpahkan ke kota Makkah.”

6. Memburu binatang di Makkah merupakan dosa dan denda, namun di Madinah hanya berdosa tanpa dikenai denda, adapun dosa memburu binatang di Makkah lebih besar daripada memburu binatang di Madinah.

(Disarikan dari buku “Fiqih Ibadah Bergambar” karya Dr Abdullah Bahammam)

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KhairoTour.com © All Rights Reserved 2020

Powered by Kementrian Agama

WhatsApp chat